Loading

,

"Surat Untuk Tuhan" part 1

Tuhan...
Kenapa?
Tiap detik hari hari yang ku lalui seperti sinetron ya?
Tayangan yang paling aku benci karena suka melebay-lebaykan suasana.
Tapi Tuhan, apa aku selebay itu sampe harus dikasi kisah yang berliku-liku kayak gini?

Kenapa sih Kamu ngasi kehidupan yang luar biasa buat aku?
Apa gak cukup dengan mengurung jiwaku dalam tubuhku yang tidak normal ini dan melewatkan beberapa kesempatan karenanya?
Apa tubuhku yang tidak biasa ini masih kurang luar biasa bagimu sehingga memberiku berjuta hal yang tidak biasa lagi?


Tuhan,
Aku tau sejak lahir hidupku tidak biasa.
Aku bukan laki-laki seperti yang diidamkan ibu ku, aku jauh dari belaiannya.
Masa kecilku diisi dengan kesibukan nomaden keluarga dan kesibukan setiap harinya.
Aku besar, tanpa tau persis, siapa yang mengadopsiku.
Yang aku tau dan aku ingat, trauma trauma masa kecil masih jelas terngiang dalam otakku sampai sekarang.

Awal dunia sosialku, aku hanya manusia tersisih dan dikucilkan.
Salah ya? Ketika aku masuk TK, 2 minggu setelah hari pertama masuk sekolah?
Salah ya? Ketika aku kurang tau semua kursi sudah punya tuan nya masing-masing?
Salah Tuhan,
Terlalu cepat aku di "rame2in" salah satu genk TK!
Salah..
Salah Tuhan, ketika pertama kali masuk TK itu, aku hanya dititip sama guru yang sama sekali stranger buatku.
Aku berbeda, tidak pernah di tunggu ibuku sampai pulang. And She's PROUD of me.

Terkadang ketika teringat masa kecil, dan mereka bertanya, "pernah suatu hari kamu nangis sampe gak bisa diem dan akhirnya di gendong uak becak. Kenapa?"
Jelas. Terekam dalam otakku.
Aku bukan seorang teman yang baik? Gak punya teman waktu TK, dan gak bisa minta tolong sama siapapun. Salah Tuhan... Awal yang buruk ketika aku yang phobia "toilet" butuh dukungan supaya berani,
but no one tuhaan. no one.
Padahal dia! selalu aku turunin kemanaaa pun dia minta.

Mungkin sejak itu, rasa minderku semakin menjadi.
Antisosial? It's true.

Aku memang diciptakan untuk menjalani hal hal yang menyakitkan.
Kenapa Tuhan?
Aku terlahir untuk mandiri.
Hal hal yang harusnya menjadi bagianku, belum sempat aku nikmati, lalu Kau jauhkan dari ku.
Kenapa Tuhan?
Aku tidak sempat merasakan masa remaja, duduk bersama ibuku di salon berjam-jam seperti yang dirasakan kedua kakak ku? Kenapa begitu cepat engkau rampas?
Kenapa Tuhan?
Aku hanya merasa down ketika ibuku berkata, gaji ibu belum keluar, saat aku minta biaya admin untuk cari kerja?
Kenapa Tuhan?

Aku punya orang lain untuk bermanja, tapi jalanku sungguh berliku. Sungguh.
Sungguh sampai aku sering tertatih karenanya.
Dan sungguh, aku terjerembap dalam palung itu.
Sampai logika manapun tak kan mampu menjangkaunya.
Kenapa Tuhan?
1 point ini tidak di dispensasi agar tidak berliku?
Kenapa Tuhan?
Satu ini saja...

cont......

Leave a Reply