Loading

,

masi kajol

"Makasi bang.." Ucapku sembari memberinya uang 5rb.
"Sial banget yak, pagi-pagi harus turun dari bajaj di depan kampus. Apa kata dunia? jatoh dah kredibiltas gw sebagai cewe tercantik seangkatan!!" Umpat ku dalam hati sambil terus berjalan menuju kelas.
"OHMIGOT! Bella! Rambut lu kenapa? Megar kayak singa baru bangun tidur?". Astaga.. Dateng dah nenek sihir dari antariksa!
"Ga kenapa napa lah... Lu gak tau apa ni lagi nendang banget sekarang ini? Kasian banget hidup lo.. hahaa". Ucapku sok. (ameera)
Menyebalkan memang mendapatkan kejadian seperti ini untuk mengawali hariku. Mungkin saja ini hanya awal, awal dari jawaban mimpiku semalam yang belum terjawab. "Bella, coba jawab pertanyaan di depan ini !" . Sial, dosen ini memang agak sensi denganku. "Kamu ini mahasiswa atau apa sih ! menjawab seperti ini saja tidak bisa..!!!" . Mood ku sudah sangat buruk, benar-benar sudah mencapai puncak dari sabarku hari ini. (muhchay)
"Aku ingin melanjutkan hariku sendiri. Benar benar sendiri. Baiklah, untuk menghilangkan mood ku yang jelek ini, aku mau pergi ke... uhmmm... kemana ya?"
Otakku terus berputar mencari ide. Langkahku terus menari-nari di rumput halaman kampus. Sampai sampai aku lupa untuk kembali ke parkiran untuk mengambil motorku. Tapi tiba-tiba.... BRAK! (ameera)
Tepat, benar-benar tepat didepan mataku Doni mantanku itu tertabrak oleh temanku sendiri. Doni yang sudah mengukir kenangan di hati ini. Memang manis di awal bersamanya, tetapi tidak untuk diakhirnya. Dengan cepat orang-orang bergerumul disana untuk menolongnya, peduli apa aku dengannya. Tibda-tiba temanku shely menyapa "Hey bel, doni kenapa tuh ?" (muhchay)
"Bodo! Mana gw peduli. Permisi, gw mau jalan!" Ucap ku sewot. Gw pun memutar arah dah kembali ke parkiran. "Sial bener nasib gw hari ini. Gw pengen nyeburin diri ke danau komplek aja deh". Aku pun memacu laju motorku untuk segera sampai ke danau kompleks. Tapu.. Helem ku? Mana ya? kenapa menghilang? ARGH! PUNCH!!!!. Aku pun meninju dinding parkiran keras sekali. AUCH! (ameera)
"Hey kenapa kamu  ? kenapa meninju dinding ? any proble ?" ucap seorang pria disampingku. "Helm ku hilang nih !" balasku dengan emosi yang masih memenuhi pikiranku. "Mana bisa gw pulang kalo gak pake helm, banyak polishit berjaga-jaga jalan menuju kerumahku". "Oh, pinjam helm gw aja, gw ada 2, ada dikost gw, pake aja klo lu emang lagi butuh" . "kost lu dimana ?" | "gak jauh kok, ayok ikut aja" . "tampang sih pas"an gak kek mantan-mantan gw, tapi dia baek juga" kata gw dalam hati. "mo masuk dulu ?" (muhchay)

Bersambung....

Leave a Reply